Novia Widiyasari Dipaksa Aborsi Dua Kali

wakapolda

vipbanzou – Badan Polres Pasuruan Kabupaten, Bripka Randy yang ialah pacar korban bunuh diri di Mojokerto Novia Widyasari dibekuk. Beliau diprediksi memforsir pacarnya buat menggugurkan isi sebesar 2 kali selama mereka menjalakan ikatan.

” Saat sebelum tewas  korban pernah  2 kali melaksanakan pengguguran bersama dengan tersangka pelakon,” tutur Wakapolda Jatim Brigjen Angket Slamet Hadi Supraptoyo kepada wartawan pokergalaxy.

Slamet berkata, mulanya keduanya berteman di suatu kegiatan di Apes, Jatim 2019 dahulu. Keduanya setelah itu menempuh ikatan percintaan ataupun pacaran.

Kemudian pada bentang 2020- 202113 , Bripka Randy dikenal sering kali memforsir Novia buat berkaitan intim. Akhirnya korban sampai sudah pernah berbadan dua  kali

Tepatnya dua kali pernah berbadan dua itu  kali itu pula Randy memforsir Novia buat menggugurkan kandungannya memakai obat pengguguran. Insiden awal terjalin pada Maret 2020.

“[RB] menggugurkan dengan memerintahkan membeli obat postinor penggugur isi di dekat Apes, di minum di tempat kost betul korban di area Apes,” ucapnya.

Kemudian peristiwa kedua, pada Agustus 2021, Bripka Randy membeli obat cykotec dengan harga Rp1, 5 juta di suatu apotik dekat Apes. Korban apalagi hingga hadapi pendarahan di tengah perjalanannya kembali ke Mojokerto.

” Tersangka membeli obat cykotek, obat pengguguran, dengan harga Rp1. 500. 000 di apotik dekat Apes, dibayar oleh tersangka pelakon,” tutur ia.

Atas perbuatannya, Bripka Randy juga saat ini diamankan di Kapolsek Mojokerto Kabupaten. Beliau rawan ganjaran etik serta ganjaran kejahatan.

Yang awal beliau hendak ditindak cocok Peraturan Kapolri, karena statusnya merupakan badan yang bekerja di Polres Pasuruan Kabupaten.

” Aksi melanggar hukum ini dengan cara dalam hendak dikenakan terpaut dengan determinasi yang telah menata di Kepolisian ialah Perkap no 14 tahun 2011 mengenai isyarat etik ialah dijerat dengan Artikel 7 serta 11, ucapnya.

Dengan cara kejahatan biasa pula hendak dijerat Artikel 348 KUHP Juncto 55, ini merupakan langkah- langkah yang hendak dicoba oleh badan Polri,” lanjutnya.

Bunyi dari 348 KUHP menerangkan, Benda siapa dengan terencana menggugurkan ataupun memadamkan isi seseorang perempuan dengan persetujuannya, diancam dengan kejahatan bui sangat lama 5 tahun 6 bulan.

Bila aksi itu menyebabkan meninggalnya perempuan itu, diancam dengan kejahatan bui dengan durasi yang mencapai 7 tahun.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *