Kecelakaan Kapal feri Di Bali Kini Masih Terngiang ngiang

 

 

Tim penyelamat Indonesia sedang mencari 11 orang yang masih hilang setelah sebuah feri penumpang tenggelam di lepas pantai Bali di laut yang ganas, menewaskan sedikitnya tujuh orang, kata pihak berwenang Rabu (30 Juni).

 

Puluhan orang yang selamat dievakuasi dari air pada Selasa malam setelah KMP Yunicee, yang membawa 57 penumpang dan awak, turun di dekat pelabuhan Gilimanuk di ujung barat pulau liburan.  Feri itu telah melakukan perjalanan melintasi selat sempit dari pulau Jawa.

 

Korban selamat dari tenggelamnya feri setelah dievakuasi di Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia,

 

Banyak dari mereka yang diselamatkan tidak sadarkan diri setelah hanyut di perairan berombak selama berjam-jam.

 

Tetapi 11 orang masih hilang pada hari Rabu sementara pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa mereka telah menarik tujuh orang tewas dari perairan, memperbarui jumlah korban sebelumnya.

 

“Kami masih mencari yang hilang,” kata kepala pencarian dan penyelamatan Bali Gede Darmada.

 

“Tadi malam, penyelamatan terhambat oleh visibilitas rendah dan gelombang tinggi.”

 

Dua kapal tunda dan dua perahu karet telah mencari orang hilang sejak Selasa malam, melawan ombak setinggi 4m dalam kegelapan malam.

 

Tidak jelas apa yang menyebabkan kecelakaan itu.

 

Kecelakaan laut sering terjadi di Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, di mana banyak yang menggunakan feri dan kapal lain untuk bepergian meskipun standar keselamatannya buruk.

 

Pada tahun 2018, sekitar 160 orang tenggelam ketika sebuah feri tenggelam ke kedalaman salah satu danau terdalam di dunia di pulau Sumatera.

 

Dan lebih dari 300 orang diperkirakan tenggelam pada tahun 2009 ketika sebuah feri tenggelam antara Sulawesi dan Kalimantan.

 

 

Diterbitkan
Dikategorikan dalam Trending

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *